NAIL SALON : BROWAX

January 18, 2018

Hai! Aku Liz

Dikarenakan banyaknya yang membaca postingan aku mengenai Nail Salon, kali ini aku akan kembali mereview salah satu Nail Salon yang ada di Jakarta yaitu Browax. Nail Salon yang sebelumnya aku review adalah Nail Heaven, kalau kalian mau tahu tentang Nail Heaven bisa baca di sini. Aku tahu Nail Heaven dari Groupon/Fave, jadi itu semacam website (ada aplikasinya juga) yang memberikan penawaran seperti makanan, hiburan, kecantikan dll dengan harga diskon/promo. Akhirnya aku cari lagi Nail Salon di Fave yang menurut aku penawarannya paling menarik dan lokasinya yang terjangkau, akhirnya aku memilih Browax.



Instagram @browax.id
Phone : 0858 9000 9950 (whatsapp)
Location : Jl. H. Samanhudi No.40, RT.5/RW.3, Ps. Baru, Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710


Pertama, aku udah dibuat kesal sama Nail Shop ini, kenapa? karena ketika aku whatsapp untuk reservasi, balasnya lama banget (lihat bukti chat dan perhatikan tanggal chatnya juga). Sampai chat aku yang terakhir tidak dibalas berhari-hari, akhirnya aku menghubungi fave untuk komplain, dan setelah itu Browax baru membalas chat aku untuk mengatur jadwal treatment.




Akhirnya tanggal 17 Januari 2018, jam 2 siang aku datang kesana dan ketika aku lihat tempatnya, menurut aku bersih dan bagus, ruangannya lumayan luas, design interiornya girly dan didominasi warna pink. Cuma, aku agak kecewa dengan tempat duduknya yang digunakan untuk Mani-Pedi (bukan tempat duduk menunggu yang warna kuning dan putih ya), karena kurang nyaman dan juga kurang sesuai dengan design interiornya.






Aku melakukan treatment dengan Mba Ira, menurut aku dia orangnya biasa aja, bukan yang ramah ataupun jutek. Cuma ada 2 orang lagi selain Mba Ira yang menurut aku agak jutek, satu yang mengurusi kuku (sebut saja Mba Mawar) dan satu lagi yang ada di meja reservasi (sebut saja Mba Melati). Aku sempat tanya Mba Ira, siapa yang megang whatsapp Browax dan katanya yang megang itu Mba Mawar, tapi kadang dia juga megang, tadinya aku pikir yang megang itu bosnya. Terus Mba Ira sempat tanya, "kenapa emangnya?" aku balas "karena chat aku lama sekali direspon", terus dia bilang "kemaren lagi sibuk" seharusnya sesibuk apapun tetap harus profesional.




Untuk peralatan Mani-Pedi yang digunakan kalian bisa lihat foto di atas (bagian yang di lingkari). Lalu untuk proses Manicure, pertama, kuku aku di potong atau dibentuk (sesuai permintaan), lalu di ambil kutikulanya (kuku aku ada yang berdarah, karena dia motongnya terlalu dalam), seperti standar manicure biasanya, cuma, saat proses manicure ada yang tidak aku suka, yaitu daerah dalam kuku tidak dibersihkan (lihat foto jempol di bawah, karena kualitas kamera handphoneku tidak bagus, jadi kualitas fotonya tidak jelas, sebenarnya di bagian dalam ujung kuku yang biasanya masuk kotoran itu agak hitam, karena aku baru mengupas rambutan). Setelah dibersihkan (walaupun kurang bersih) dan dibentuk (kurang rapi), selanjutnya kuku aku dikutek.





Kuku tangan aku dikutek hanya satu layer (tanpa base coat dan top coat), kalau ada bagian kutek yang menurut dia masih tipis, dia akan menambahkan kuteknya lagi hanya di bagian yang tipis saja. Yang paling aku heran, brand kutek yang digunakan (contohnya Mukka) menurut aku tidak bagus, aku kecewa aja sama tempatnya yang menurut aku oke tapi tidak didukung dengan brand kutek yang oke juga. Untuk pedicure, aku lumayan suka hasilnya, cuma prosesnya hanya di bagian jari saja dan bagian telapak kaki yang disikat tapi bagian tumit yang kering tidak dibersihkan.




Aku kecewa sama hasil kuteknya, karena selama ini, berkali-kali aku ke Nail Salon, baru kali ini hasilnya berantakan (untung aja aku pilih warna Gold bling-bling/Mukka Nomor 23 jadi tidak begitu terlihat berantakannya) dan aku keluar salon dengan kondisi kuku yang belum kering. Kutek ini lama banget keringnya, sampai lebih dari 2 jam masih belum kering sempurna, aku tanya kenapa tidak menggunakan alat pengering kutek? (yang menggunakan cahaya ultraviolet atau apalah aku kurang paham) kata Mba Ira "karena hasil kuteknya malah lembek".




Oke harganya murah banget untuk Manicure + Pedicure + Nail Polish (pilih Mani/Pedi) hanya Rp 95.000, tapi menurut aku pelayanan dan perawatan yang diberikan mengecewakan. Dan aku bilang ke Mba Ira mengenai kuteknya karena aku tidak suka, dan katanya dia "udah banyak yang komplain juga, terus dia bilang "harganya kan murah ka", ya seharusnya disesuaikan dong dengan tempatnya, masa tempatnya kece, kuteknya ga oke, dan dari kata-katanya aku menangkap sesuatu yaitu kalian memang memberikan treatment seharga Rp 95,000 bukan treatment seharga Rp 318.000 (walaupun didiskon 70 %), mengerti tidak perbedaannya? jadi permainan harga, ya mungkin harga perawatannya memang Rp 95.000 bukan Rp 318.000, kalau memang Rp 318.000, jujur aja aku sih tidak akan mau mengeluarkan uang Rp 318.000 untuk pelayanan dan perawatan seperti itu. 




Dan kalau dibandingkan dengan Nail Heaven, menurut aku dia masih oke, walaupun tempatnya kecil dan tidak oke, tapi kutek yang digunakan masih oke (ada OPI, dll), hasilnya juga lumayan dan harganya murah (harga penawaran di Fave, karena sekarang setau aku sudah tidak ada lagi penawaran dari Nail Heaven). Kesimpulannya, aku tidak suka sama Nail Salon ini dan tidak merekomendasikannya, bukan berarti ya aku mau murah tapi mau dapat yang "WAH", tidak seperti itu, yang aku mau itu jangan sampai mengecewakan saja, btw biaya yang aku keluarkan untuk kesana bahkan lebih mahal dibandingkan harga treatmentnya haha. Jadi sekian review kali ini, kalau banyak yang membaca, aku akan cari lagi Nail Salon yang murah dan akan aku review!

Bye.






-------------------------------------------------------------------------
Other link: http://lizaritonang.blogspot.co.id/2017/03/catrice-cosmetics-ultimate-nail-lacquer.html
-------------------------------------------------------------------------

EMAIL: liz.juelita1993@gmail.com
FACEBOOK: https://www.facebook.com/lizjuelita/
INSTAGRAM: https://www.instagram.com/lizjuelita/
TWITTER: https://twitter.com/lizjuelita
SNAPCHAT: lizjuelita

You Might Also Like

0 komentar